Pondok Wisata Pantai Boroko Timur
Foto : Evan Humokor

BOROKO – Indikasi Permasalahan Proyek Pembangunan Pondok Wisata Pantai Boroko Timur yang menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Dana Desa (Dandes) Boroko Timur tahun 2016 kini mulai menjadi sorotan.

Pasalnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) melalui Bagian Umum dan Perlengkapan, Sekretariat Daerah (Setda) menegaskan bahwa proyek pembangunan Pondok Wisata Pantai Boroko Timur tersebut bermasalah.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Perlengkapan, Setda Bolmut, Yusuf Ibrahim, SE, Senin (28/11). “Proyek Pondok Wisata Pantai Boroko timur yang dibangun diatas tanah Pemerintah, tepatnya di kawasan wisata Batu Pinagut, tidak memiliki rekomendasi ataupun dan surat tertulis terkait peminjaman tanah oleh Pemda Bolmut,”jelas yusuf.

Lanjutnya, Pihaknya akan mengeluarkan surat peringatan kepada pemerintah Desa Boroko Timur untuk segera membongkar bangunan pondok wisata tersebut.

“Bangunan tersebut harus segera dibongkar, karena berdiri diatas tanah Pemerintah dan tidak memiliki izin dari Pemda”,  tegas Ibrahim.

Ditambahkannya, menyampaikan agar Pemerintah Desa Boroko Timur tidak lagi melaksanakan proyek pembangunan lanjutan 2 (dua) unit Pondok Wisata dilokasi tersebut, karena terinformasi, Pemerintah Desa Boroko Timur akan melakukan pembangunan lanjutan 2 unit Pondok Wisata di lokasi tersebut”.

“kami mengimbau agar Pemerintah Desa Boroko Timur untuk tidak melaksanakan pembangunan lanjutan dilokasi tersebut selama tidak memiliki rekomendasi dan surat peminjaman tanah dari Pemda Bolmut,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Desa Boroko Timur, Robby Pakaya, saat dikofirmasi, mengatakan bahwa pada prinsipnya, proyek pembangunan Pondok Wisata Pantai Boroko Timur melalui pos anggaran Dandes Tahun 2016 tersebut, tidak bermasalah.

Ia menerangkan bahwa proyek pembangunan yang bertujuan untuk peningkatan ekonomi masyarakat desa tersebut sudah mendapat rekomendasi dari Pemda Bolmut.

“Sebelum Proyek tersebut dilaksanakan, pihaknya sudah berkoordnasi dengan Bidang tata Kota dan Bidang Pariwisata, Pemda Bolmut. Tidak hanya itu, pada dasarnya, proyek tersebut sudah melewati beberapa tahapan, mulai dari Asistensi Apdes, Verifikasi oleh Inpektorat Daerah, Bappeda, BPMD, Pemerintah Kecamatan Kaidipang hingga Proses Pemeriksaan oleh BPK,” terang Pakaya.

Iapun menjelaskan bahwa selama tahapan tersebut, pihaknya tidak pernah mendapati masalah terkait proyek pembangunan tempat wisata tersebut.

“kalaupun bermasalah, mengapa sejak awal proyek pembangunan, Pihak Pemda tidak pernah mempersoalkan status tanah tempat dibangunnya pondok wisata tersebut?,” kesal Pakaya.

Lanjutnya, ia menerangkan bahwa lokasi pondok wisata tersebut sudah pernah dikunjungi oleh Bupati Depri Pontoh, pada saat acara penyelenggaraan halal bil halal yang dikawasan tersebut.

“Bupati pun telah menyetujui pembangunan pondok wisata tersebut, dengan konsekuensi agar Pemerintah Desa tidak membangun toilet atau MCK dikawasan tersebut”, tambah Pakaya.

Oleh karena itu, harapannya sebagai perwakilan masyarakat Desa Boroko Timur, agar pihak Pemda Bolmut jangan hanya asal menuding dan mencari-cari persoalan pembangunan Pondok Wisata tersebut.

“harusnya pihak Pemda Bolmut, mendukung penuh pembangunan pondok wisata tersebut, karena program tersebut adalah bukti kinerja Pemerintah Desa dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat melalui usaha dalam sector wisata”, Tutup Pakaya.(eh)

Tinggalkan Komentar Anda

Please enter your comment!
Please enter your name here