Gambar Uang Baru, Pahlawan Cut Meutia tak Berhijab, Ini Penjelasan BI

BOLMUT POST – Gambar uang kertas baru 2016 yang memuat Pahlawan Nasional Cut Meutia menuai sorotan tajam. Ada yang menyebut jika foto pahlawan Cut Meutia pada pecahan uang Rp 1.000 tidak sesuai karena tidak berhijab.

Seperti yang dilansir di Merdeka dot kom, Kepala Divisi Media Bank Indonesia, Andi Wiyana mengatakan, foto yang terpampang pada desain baru Rupiah telah sesuai dengan apa yang terdaftar di negara dalam hal ini Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Nasional Kementerian Sosial.

Menurutnya, tidak bisa Bank Indonesia mengambil gambar pahlawan yang tidak terdaftar oleh negara. “(foto) Itu mengikuti apa yang terdaftar di negara. Tidak bisa pahlawan A terus kita ambil di umur 30 yang keliatan ganteng. Nah itu yang diambil foto resminya,” ujarnya di Gedung Bank Indonesia,Jakarta, Selasa (21/12).

dijelaskannya, bahwa sebelum Bank Indonesia memutuskan untuk menggunakan gambar yang sudah terdaftar di negara, lanjutnya, bank sentral juga telah melakukan konfirmasi ke pihak keluarga untuk meminta persetujuan. Tidak sampai disitu, para pemuka adat tempat sang pahlawan berasal juga dimintai persetujuan sebelum akhirnya Bank Indonesia membuat sketsanya.

Dengan demikian, isu yang menyebut jika foto Cut Meutia tidak sesuai karena tak berhijab hanya bualan belaka. Sebab, Bank Indonesia selalu memastikan seluruh gambar pahlawan telah mendapat persetujuan dari ahli waris.

“Untuk uang itu kita konfirmasi betul tidak gambar yang dicantumkan secara formal gambarnya seperti ini? Keluarga setuju kami masih tanyakan lagi ke pemuka adat, ke tokoh-tokoh. Setelah itu baru dibuat sketsanya. Jadi kita tidak bisa mereka-reka. Kalau dia dulu dia memakai sorban atau baju adat ya dia harus seperti itu,” pungkas Andi.(74*)

Tampilkan lebih banyak

Refli Hertanto Puasa

Blogger, Web Design, IT Consultant, Copywriter dan Cyber Journalisme dari Bolaang Mongondow Bagian Utara, Sulawesi. Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan bergerak lebih jauh di dunia pengembangan web media dan Pemerintah Daerah.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button