Nasional

Kemenkominfo Bersama Dewan Pers Tertibkan Media Online Penyebar Berita Bohong

BOLMUTPOST – Hingga kini ada Puluhan ribu situs yang menganggap dirinya media online. Tapi yang mengikuti kaidah UU Pers mungkin hanya sedikit, sudah pasti enggak sampai 500. Puluhan ribu ini buat apa ? kata Rudiantara usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/12/2016) seperti yang di lansir kompas dot kom.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan bekerja sama dengan Dewan Pers untuk mengevaluasi keberadaan media online yang dinilai bermasalah atau melanggar kaidah jurnalistik.

‎Saat ini terdapat puluhan ribu media online di Indonesia. Namun dari jumlah tersebut, dia menilai tidak kurang dari 500-an media online yang patuh terhadap kaidah dan etika jurnalistik,” tutur Rudiantara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/12/2016)

Lanjut Rudiantara, Kemenkominfo akan bersama dengan Dewan Pers selaku lembaga yang berwenang terkait pemberitaan. “Kami sedang bahas dengan Dewan Pers. Minggu pertama atau kedua Januari sudah ada keputusan,” jelas Rudiantara.

Presiden Joko Widodo meminta agar dilakukan tindakan tegas terhadap media sosial yang menyampaikan ujaran kebencian, provokatif‎ dan meresahkan masyarakat.

Selain media sosial, presiden juga meminta agar mengevaluasi media online di Indonesia yang menyebarkan berita bohong tanpa ada sumber yang jelas, provokatif, dan fitnah.

Tags

Refli Hertanto Puasa

Blogger, Web Design, IT Consultant, Copywriter dan Cyber Journalisme dari Bolaang Mongondow Bagian Utara, Sulawesi. Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan bergerak lebih jauh di dunia pengembangan web media dan Pemerintah Daerah.

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close