Ultimate magazine theme for WordPress.

Terkait Pengusiran 35 Diplomat, Rusia berjanji akan membalas

0 26

BOLMUTPOST – Rusia berjanji untuk menanggapi pengusiran terhadap 35 diplomatnya dari Washington menyusul sengketa tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden Amerika Serikat lalu.

“Amerika Serikat jelas ingin menghancurkan hubungan AS-Rusia yang telah mencapai titik rendah,” kata juru bicara Kremlin atau Istana Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, seperti dilansir AFP, Jumat (30/12/2016).

“Rusia akan menanggapi dengan sikap yang pantas didasarkan pada prinsip pembalasan,” imbuhnya.

Namun demikian, dia mengisyaratkan bahwa Rusia kemungkinan akan menunggu hingga Donald Trump jadi presiden sah, yang mengecilkan klaim peretasan intelijen Rusia atas pemilu AS.

Rusia membantah tuduhan bahwa mereka mencampuri hasil pemilu AS dan menolak tuduhan pihaknya menakut-nakuti para pejabat Amerika di Moskow.

Dilansir detik, Kamis lalu, Kementerian luar negeri AS menyatakan 35 diplomat Rusia yang bekerja di Kedutaan Besar di Washington DC dan Konsulat Jenderal di San Francisco dinyatakan sebagai “persona non grata” atau orang-orang yang tidak diinginkan.

Mereka bersama keluarga mereka diberi waktu 72 jam untuk meninggalkan wilayah Amerika Serikat.

Dua kompleks Rusia di Maryland dan New York, yang disebut para pejabat Amerika sebagai tempat pengumpulan informasi intelijen, juga ditutup.

Presiden Barack Obama sebelumnya telah berjanji akan melakukan tindakan terhadap Rusia menyusul tuduhan AS bahwa intelijen negara itu meretas Partai Demokrat dan kampanye Hillary Clinton saat pemilu lalu.

Secara terpisah, Kedutaan Rusia di Inggris melalui akun twitter resminya menggambarkan sosok Presiden Obama sebagai anak bebek yang lemah.

Badan intelijen AS, termasuk FBI dan CIA, telah menyimpulkan bahwa tujuan dari peretasan pihak Rusia itu agar Clinton kalah dalam pimilihan presiden AS lalu.

Donald Trump sendiri mengecam intelijen Amerika Serikat yang mengatakan peretas Rusia membantu mengarahkan pemilihan presiden untuk keuntungan dirinya. Trump menuding kesimpulan itu konyol dan bermotivasi politik.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.