Pilkada Bolmut Bakal Seru

Pilkada Bolmut Bakal Seru, BOLMUT POST – Perhelatan politik di Kabupaten Bolmong Utara mulai menghangat. Tak sedikit figur calon mulai menampakkan diri. Dari figur calon yang bermunculan beberapa diantaranya adalah figur yang pernah ikut perhelatan pilkada lalu.

Sebutlah seperti Depri Pontoh (petahana), Karel Bangko (Ketua DPRD) dan Hamdan Datunsolang (Mantan Bupati), diprediksi bakal menjadi bumbu penyedap dalam perebutan kursi bupati di wilayah utara Bolmong Raya. Tak bisa dipungkiri, ketiga figur ini memiliki akar dukungan masyarakat mulai dari Sangkub hingga Pinogaluman.

Pengamat politik BMR, Muhammad Jabir menilai, ketiga calon tersebut paling sering disebut masyarakat. “Memang wajah – wajah lama masih akan dominan dalam pertarungan politik di Bolmut. Selain nama petahana, nama Karel Bangko dan Hamdan Datunsolang jadi trend topik perbincangan,” ujar Jabir, Rabu (22/02).

Alasan lain, lanjut Jabir, dilihat dari peta politik lokal ketiga figur itu memiliki basis dukungan yang merata. Namun begitu, petahana masih cukup dijagokan karena mempunyai seluruh akses kekuasaan politik. “Hari ini, Depri Pontoh cukup diperhitungkan. Butuh strategi cermat bila ingin menantangnya,” terang Jabir.

Apalagi, menurut dia, Karel Bangko dan Hamdan Datunsolang merupakan dua calon yang berasal dari wilayah yang sama, yaitu Kecamatan Bintauna dan Sangkub. “Jika ingin aman, salah satu dari keduanya harus legowo. Bila ngotot, pengalaman pilkada 2013 pasti akan terulang kembali,” satirenya.

Tanda Awas Petahana

Di sisi lain, Jabir juga memberi saran kepada calon petahana. Pasalnya, cerminan peristiwa di Pilkada Bolmong dan Sangihe mesti di underline. Ini dibuktikan, tumbangnya Salihi B Mokodongan dari rivalnya Yasti Soepredjo Mokoagow. Sebaliknya di Sangihe, petahana H Makagansa takluk terhadap Jabes Gaghana.

“Poin penting, gambaran dua Pilkada Sulut seperti yang terjadi di Bolmong dan Sangihe penting dipelajari. Masing – masing petahana, harus  puas dengan kekalahan yang mereka alami,” sarannya.

Olehnya, lanjut Jabir, Depri wajib mempelajari faktor – faktor kekalahan kedua petahana di Pilkada Bolmong dan Sangihe. “Tak selamanya petahana diuntungkan. Cari tahu faktor apa yang membuat petahana kalah,” kembali satirenya.

Peluang Koalisi Partai Politik

Kendati nama-nama figur sudah bermunculan ke publik, namun untuk menjadi calon bupati butuh syarat yang tidak gampang, diantaranya, harus memiliki pintu partai atau setidaknya lolos verifikasi faktual untuk mereka yang maju sebagai calon independen.

Karel Bangko Ketua DPD Golkar Bolmut, memastikan keikutsertaannya dalam Pilkada Bolmut mendatang “Sebagai kader partai pemilik suara terbanyak di legislatif, saya nyatakan siap maju di pilkada,” tutur Karel.

Karel yang kini menjabat Ketua DPRD Bolmut, mengaku, pihaknya sedang melakukan komunikasi politik soal arah koalisi. “Golkar butuh koalisi dengan partai lain. Karena itu syarat yang diatur undang-undang,” ujarnya.

Disinggung siapa calon yang bakal mendampinginya, Karel tidak membatasi latar belakang pasangannya. “Semuanya masih sangat berpeluang, tergantung survey dan juga finalnya keputusan petinggi partailah yang bicara,” ungkapnya.

Senada, Ketua DPC PPP Bolmut, Salim Bin Abdulah, mengatakan, partai berlambang ka’bah ini tetap bertahan dengan romantisme pilkada silam. Malah, partai ini sudah menjatuhkan rekomendasinya kepada petahana Depri Pontoh. “Jagoan kami, jelas Ketua DPW Sulut Depri Pontoh. PPP telah membuat rekomendasi secara tertulis kembali mengusung incumbent,” tegasnya.

Tak ketinggalan, Hamdan Datunsolang ketika dikofirmasi beberapa waktu lalu, mengatakan dirinya kembali akan bertarung. Niat dirinya kembali mencalonkan diri tidak lepas besarnya arus dukungan masyarakat. “Awalnya saya urung, tapi karena terus didorong oleh masyarakat, saya memantapkan niat untuk kembali maju di pilkada,” ungkapnya.

Papan Dua Penentu Kemenangan

Tidak bisa dipungkiri, faktor lain penentu kemenangan nanti adalah posisi papan dua atau calon wakil bupati. Figur papan dua ini berasal dari berbagai latar profesi, mulai dari perwira kepolisian, birokrat hingga politisi.

Belakangan ini mulai muncul nama-nama yang digadang-gadang sebagai calon papan dua. Mereka adalah Muriyanto Babay, Teddy Pontoh, Fatsoen Bata, Arman Lumoto, Juldin Bolota, Akrida Datunsolang, Muhammad Irianto Ch Buhang hingga Suriansyah Korompot.

Terpisah, Suriansyah Korompot mengatakan, dirinya juga siap maju, meski wacana digadang-gadang oleh beberapa kandidat masuk dalam survey calon wakil bupati. “Hasil survey yang menentukan. Jika pun pada akhirnya survey hanya bisa papan dua, maka harus seperti itu,” singkatnya.

Tokoh pemuda Bolmut, Agus Heydemans mengatakan, figur papan dua nanti bisa menentukan hasil akhir pilkada mendatang. “Kemenangan setiap pasangan calon tak lepas dari peran mesin partai yang telah bekerja efektif, namun semua itu tak luput dari faktor ketokohan pasangan masing-masing,” pungkasnya.(and/kb/16b)

Tinggalkan Komentar Anda

Please enter your comment!
Please enter your name here