Ultimate magazine theme for WordPress.

Terkait Pemecatan Oleh Djan Faridz, ini kata Romahurmuziy

0 27

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Surabaya, Romahurmuziy alias Romi, menanggapi santai terkait pemecatan terhadap dirinya yang dilakukan oleh Djan Faridz, selaku Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan hasil Muktamar Jakarta.

“Saya sebenarnya enggak mau tanggapin ini. Lucu. Saya anggap itu Dagelan yang dilakukan Djan Faridz,” kata Romi Dilansir dari VIVA.co.id, Jumat, 24 Maret 2017.

Romi menegaskan kepengurusan partainya yang sah dan punya legitimasi dan memiliki surat keputusan Menteri Hukum dan HAM. Sementara, Djan Faridz dinilai tak punya kekuatan pengurus karena lemah, baik di parlemen maupun akar rumput.

“Perasaan dia yang jadi anak buah saya, kok dia yang pecat saya. Kan ini Lucu dan ini sudah yang keempat dikatakan pecata saya. Empat kali dari zaman kapan tahu,” ungkap anggota Komisi XI DPR itu.

Romi pun mendoakan agar Djan Faridz bisa kembali ke jalan yang benar dengan mengakui kepengurusan PPP hasil Muktamar Surabaya. Ia menilai sikap yang dilakukan Djan hanya memutarbalikan fakta saja.

“Saya juga bingung maksudnya apa. Kalau islah, ya gitu-gitu saja. Saya doakan saja agar dia bangun dari mimpinya. Segera sadar kembali ke alam nyata,” ujarnya.

Diketahui, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Jakarta, Djan Faridz, memberhentikan Ketua Umum PPP hasil Muktamar Bandung, Romahurmuziy, dari keanggotaan PPP.

Keputusan itu diambil setelah Djan bersama fungsionaris PPP kubunya, memutuskan Romi, , tak memiliki iktikad meluruskan permasalahan terkait kepengurusan. Menurut Djan, Romi berkali-kali tak memenuhi undangan pertemuan guna menyelesaikan masalah.

“Di rapat tadi pagi, dengan sangat menyesal, kita (memutuskan) akan memberhentikan saudara Romi dari keanggotaan Partai Persatuan Pembangunan,” ujar Djan di Jakarta, Kamis, 23 Maret 2017.

Djan mengatakan, surat pemberhentian Romi akan dilayangkan kepada yang bersangkutan pada Jumat, 24 Maret 2017. Selain itu dia menegaskan, karena sudah tidak lagi menjadi kader, Romi dilarang melibatkan PPP dalam keputusan pribadinya.

“Terhitung mulai hari ini, beliau sudah tidak mempunyai hak lagi untuk menggunakan embel-embel nama Partai Persatuan Pembangunan,” ujar Djan. (**)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.