Ultimate magazine theme for WordPress.
xxx header

Festival Budaya Tahun 2019, Sebagai Revitalisasi budaya

0 94

Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Drs. Hi. Amin Lasena, MAP , (26/06/2019) secara resmi Membuka Festival Budaya Tahun 2019 dengan tema “Merajut ragam seni dan budaya Lokal untuk Indonesia”, di Lapangan Kembar Boroko (LBK).

Wakil Bupati Bolmut dalam sambutannya berharap Festival Budaya Tahun 2019 ini dapat menjadi wahana untuk menumbuh kembangkan semangat dan motivasi dalam upaya menggali, melestarikan dan mengembangan nilai-nilai budaya yang hidup, tumbuh dan berkembang di kehidupan masyarakat saat ini.

Sebagai masyarakat Bolmong Utara patut bersyukur dengan kemajemukan masyrakatnya membuat daerah ini menyimpan potensi budaya multi etnis yang apabila mampu dikemas dengan baik akan menjadi aset yang tak ternilai harganya.

Wakil Bupati, Amin Lasena saat membuka Festival Budaya Tahun 2019

Untuk itu, upaya ke arah peningkatan kualitas, inovasi dan kreasi seni budaya akan menjadi solusi yang tepat guna dalam memberikan nilai bagi pembangunan budaya agar tidak kehilangan identitas, “kata wabub.

Ditambahkannya, Pemerintah Daerah memiliki komitmen yang kuat untuk terus memberikan motivasi dan memberdayakan potensi budaya, agar apa yang telah diwariskan oleh para leluhur, sehingga tidak luntur dan sirna oleh pengaruh budaya luar negatif.

Turut hadir Wakil Ketua I TP PKK Dra. Hj. Siti Safwania Lasena Djenaan, unsur Forkopimda, Ketua DWP Hj. Fitriana Nani Buhang, SE, Pimpinan Perangkat Daerah, Staf Ahli Bupati, Para Asisten Sekda, para Camat, pejabat TNI/POLRI, Sangadi, Tokoh Adat dan para Kepala Sekolah.

Festival Budaya Tahun 2019

Semantara itu, angggota komisi I DPRD, Drs Mulyadi Pamili, SH mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan festival budaya 2019 ini, dan kegiatan ini bisa menjadi kekuatan unggulan daerah dalam berkompetisi memasuki persaingan-persaingan global, maka diperlukan sebuah program pelestarian dan pengembangan kebudayaan guna memperkokoh ketahanan budaya local.

Dengan kegiatan seperti ini, ada upaya pemerintah daerah untuk mempertahankan nilai-nilai seni budaya dan juga untuk revitalisasi budaya (penguatan) pelestarian budaya,”jelas Pamili.

Festival Budaya ini memiliki warna-warni ragam dan intensitas dramatik dari berbagai aspek dinamika, seperti nilai estetika yang dikandungnya, berbagai tanda dan makna yang melekat, histori serta keterlibatan para penutur aslinya,”pungkasnya.(16b)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.