Kejari Bolmut
Kasie Intel Roberto Sohilait

Kejaksaan Negeri Bolaang Mongondow Utara hingga saat ini terus melakukan pengawasan pada realisasi proyek fisik. Khususnya, pekerjaan fisik milik organisasi perangkat daerah (OPD) yang meminta pendampingan kepada Korps Adhyaksa itu.

Ketua Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bolmut Moh Riza Wisnu Wardhana melalui Kasie Intel Roberto Sohilait mengatakan, pengawasan terhadap pelaksanaan proyek terus kami lakukan. Khususnya, yang meminta pendampingan.

TP4D melakukan monitoring terhadap pekerjaan proyek fisik yang menggunakan dana pemerintah tersebut. Setiap hasil pekerjaan dicek dan dipastikan apakah sesuai dengan rencana anggaran dan biaya (RAB).

Jika ada indikasi, rekanan diminta untuk memperbaiki. Dengan demikian, setelah proyek itu selesai seratus persen, diharapkan tidak ada persoalan di kemudian hari. ”Pengawasan terus dilakukan,” ungkapnya Senin (9/9/2019).

Monitoring dan evaluasi proyek fisik tidak dilakukan untuk semua pekerjaan. Tetapi, hanya pada proyek milik OPD yang secara resmi meminta pendampingan kepada kejaksaan.

Meski demikian, bukan berarti proyek lain lepas dari pengawasan. Semua lapisan masyarakat dipersilahkan mengawasi setiap pekerjaan pemerintah. Jika ditemukan ada indikasi pelanggaran, maka segera dilaporkan dengan menempuh jalur yang ditentukan.

Kami bertekad untuk membantu pemerintah membersihkan praktik kotor seperti korupsi. Untuk itu, pengawasan dilakukan secara ketat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Pria berdarah Ambon Tersebut.

Sementara itu di tempat berbeda, Wakil Ketua I DPRD Bolmut, Abdul Eba Nani mendukung langkah kejaksaan mengawasi proyek fisik. Tujuannya, agar pembangunan di Bolaang Mongondow Utara sesuai dengan spesifikasi dan RAB yang ada.

”Tidak hanya kejari bolmut saja, masyarakat juga dipersilahkan mengawasi pekerjaan proyek,” kata Eba.(16b)

Tinggalkan Komentar Anda

Please enter your comment!
Please enter your name here