Bolmut News
HEADLINE HARI INI

Puskes, RSUD dan Dinkes Bolmut Diminta Berikan Informasi yang Edukatif

Terkait Informasi salah satu warga bolmut yang ikut pertemuan Jamaah Tabligh di gowa masuk isolasi rsud dan pernyataan dari pihak RSUD Bolmut cukup membuat resah dan kepanikan warga.

Pasalnya, FK (24) asal Desa Talaga, Kecamatan Bintauna, ditengarai baru pulang dari pertemuan jamaah Tabligh di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Halaqa (Zona) Bintauna ketika dikonfirmasi tentang adanya Jamaah Tabligh yang mengikuti Ijtima (pertemuan) Asia di Gowa menuturkan, kalau ada jamaah khusunya di bintauna yang keluar untuk ikut ijtima pasti kami tau, dan itu harus lewat musyawarah. Mau ke Halaqa kotamobagu saja tiap minggu dimusyawarahkan apalagi ini untuk ijtima.

“FK itu saudara kami yang ada di desa talaga, dia pergi ke Makassar itu untuk bekerja dan begitu dia kembali, masuk dalam status orang dalam pengawasan (ODP),”ungkap jamaah Halaqa Bintauna.

Sementara itu, Halaqa (Zona) Kaidipang, Sabtu (11/4) melakukan kros cek di ruang isolasi dengan ditemani oleh salah satu personil anggota polsek bolangitang dan petugas ruang isolasi. FK ketika di Tanya soal bagian dari jamaah tabligh, dirinya tidak tau dan bahkan di Tanya soal pernah khuruj (keluar) dimana, amirnya (pimpinan) siapa, dirinnya pun malah balik bertanya, khuruj ini apa deng amir ini apa, Tanya FK.

“kita dua minggu lalu dari Makassar, trus ada pigi morowali baru ka maros. Ditanya soal pernah ke goa untuk ikut ijtima, ia mengatakan kita dapa lia no banyak jamaah disana,”kata FK.

Kami berharap lanjut mereka, baik itu pihak Puskesmas, RSUD maupun Dinkes agar lebih berhati-hati lagi dalam membuat statmen di media, tabayyun dulu, di Cek, ricek, cross check, baru final cek,”pinta Jamaah Halaqa Bintauna.

Kan sudah ada SE Mendagri Nomor 440/2622/SJ tentang COVID-19 untuk pelaksana tugas di tingkat kabupaten kota, Juru Bicaranya kan ada. Lebih edukatiflah dalam memberikan informasi, karena masalah covid-19 ini masalah kita semua.

Ditempat berbeda, Jumidar (Pimpinan) halaqa (Zona) bolmut mengatakan, kami seluruh jamaah arahan Nizamudin India sudah menerima surat pernyataan dari Masjid Jami Kebun Jeruk pada tanggal 19 maret 2020 yang menyatakan bahwa pelaksanaan ijtima tabligh akbar dunia zona asia 2020 di desa nirannuang, kecamatan bontomarannu, kabupaten gowa, sulawesi selatan pada tanggal 20-22 maret itu bukan arahan dari jamaah masjid jami kebun jeruk jakarta.

“Sebelumnya juga kami sudah menerima arahan dari kebun jeruk untuk menarik semua jamaah yang khuruj (gerak), musyawarah markas (atas) sampai mahala (bawah) semua di hentikan. Intinya semua aktifitas kami baik itu harian, mingguan dan bulanan semua di hentikan untuk sementara hingga menunggu arahan selanjutnya,”jelas Jumidar.

Pihak Dinkes Bolmut ketika di konfirmasi mengatakan, kami hanya menerima pasien rujukan dari puskesmas bintauna, begitu juga dengan pihak RSUD Bolmut. Nanti konfirmasi saja ke pihak puskes. Pasien dibawah dari puskes bintauna ke rsud oleh dua orang perawat.

Upaya konfirmasi kepada penangung jawab puskesmas bintauna sejak kemarin sampai dengan sekarang, nomornya sedang tidak aktif. Namun salah satu suster yang enggan namanya di publish mengatakan, waktu menerima pasien bukan kita jadi nda tau petugas sapa, nanti mo kroscek. Cuman yang jadi binggung, riwayat pasien itu tidak ada kontak dengan jamaah positif COVID-19 asal Gorontalo, tapi di berita itu ada, setau kita, pasien itu status ODP dan sudah tiga hari di rumah, dan sempat sholat shubuh, ngak tau kenapa dia kelaur ke pasar dan kemudian di tangkap petugas,”kata suster yang enggan dipublish namanya.(rhp)

Tags

Editor

Semua berita yang masuk di email redaksi akan di edit terlebih dahulu oleh tim editor bolmutpost kemudian di publish

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close