HEADLINE HARI INI

Tracking Mangrove Binuanga, Wisata Alam Idola yang Instagramable dan Rekomended untuk Family Fun dan romantic gateway

Tempat wisata alam baru di Bolaang Mongondow Utara yaitu Trancking Mangrove  Binuanga atau hutan mangrove (bakau) kini menjadi daya tarik tempat wisata alam masyarakat Bolmut sekitarnya. Tracking mangrove ini berada Dusun IV Desa Binuanga Kecamatan Bolangitang Timur.

Rencananya 27 Juli 2020 ekowisata Mangrove ini akang diresmikan dan diberi nama Tracking Mangrove Binuanga. Tempat wisata ini telah ramai dikunjungi walaupun belum diresmikan dan bahkan dalam masa pembangunannya semakin menarik dengan dekorasi cat berwarna-warni.

Pembangunan Tracking mangrove Binuanga ini dimabil dari APBDES/DD tahun anggaran 2020 dengan Panjang 148 Meter serta biaya sebesar Rp.462.807.255.50 dengan track yang memutar lengkap dengan pintu masuk, serta beberapa fasilitas penunjang diantaranya area parkir kendaraan walaupun belum sempurna, sejumlah gazebo, toilet, pos jaga, air tawar dan sederatan lampu jalan yang menghiasi Kawasan dimalam hari.

tracking mangrove binuanga
foto: KaKay

Tracking Mangrove Binuanga ini bisa ditempuh dalam waktu 1 jam (jika berangkat dari Ibukota Boroko / 10 menit dari arah jalur trans Sulawesi masuk ke lokasi melaui jalan Pelabuhan) dengan kendaraan roda 2 ataupun roda 4, tanpa harus menyebrang menggunakan perahu.

Selain letaknya yang tidak jauh dari pusat kota, ekowisata ini juga adalah wisata yang murah meriah, karena hanya dikenakan Rp. 2.000 untuk biaya masuk dan Rp. 50.000 jika ingin menyewa gazebo yang tersebar di beberapa spot tracking. Untuk biaya parkir motor dan mobil masih menuggu keputusan Bersama pemerintah desa setempat,”tutur Kepala Desa (Sangadi) Binuanga Sunarto Van Gobel (53).

tracking mangrove binuanga
Foto : KaKay

Area ekowisata ini akan selalu dijaga agar dapat menjadi paru-paru kota. Selain untuk menciptakan paru-paru kota, tujuan lain kawasan ini sebagai area ekowisata dan meningkatan Pendapatan Asli Desa, Ungkap Kepala Desa yang dijuluki sangadi mangrove itu.

Namun, tujuan utamanya untuk melestarikan mangrove. Di dalam­nya selain gazebo, menurut Sangadi Binuanga akan dikembangkan menara pantau yang berbentuk tangga melingkar sebagai akhir dari tracking. Mereka yang hobi foto dapat mengambil gambar dari puncak menara. Manfaat lain bisa untuk memantau hutan mangrove dan pantai diseputara kawasan. Gazebo-gazebo yang didesign cukup manis untuk menjadi tempat beristirahat setelah memutari kawasan tracking.

tracking mangrove binuanga

Tracing Mangrove ini bisa menjadi salah satu pilihan anda untuk berwisata bersama keluarga dan sahabat. Untuk wisata Family Fun dan romantic gateway sangat direkomended.

Tracking Mangrove Binuanga ini menjadi bagian Ruang Terbuka Hijau Desa Binunaga. Andai saja pengelola tracking mau memasang lampu-lampu hias tentu akan semakin menarik dan indah. Hal ini akan mendorong masyarakat untuk menikmati malam hari di area tracking, setidaknya pada malam Minggu.

Seandainya juga pemerintah desa meletakan tulisan Tracking Mangrove Binuanga itu di ujung tracking dan tulisanya menghadap ke laut, wawww, kerennnn deh. Salam hormat buat Sangadi Mangrove Sunarto Van Gobel.(rhp)

Refli Hertanto Puasa

Blogger, Web Design, IT Consultant, Copywriter dan Cyber Journalisme dari Bolaang Mongondow Bagian Utara, Sulawesi. Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan bergerak lebih jauh di dunia pengembangan web media dan Pemerintah Daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button