Ultimate magazine theme for WordPress.

Sejarah Terbentuknya Kerajaan Kaidipang

0 2,304

Cikal bakal terbentuknya kerajaan kaidipang berlatar belakang dari terbentuknya negeri keidupa yang di pimpin oleh seorang kepala suku bernama pugu-pugu.

Di awal abad ke 16 masuk lagi penjajah kedua yakni bangsa belanda. Masuknya orang-orang belanda ini menyebabkan bangsa portugis terusir dan mereka tinggal mendiami daerah timor-timor hingga ke philipina. ±1630 seorang gubernur belanda piether van de broeke dalam lawatan misi perjalanan dari ternate menuju goa makassar kepalanya singgah berlabu di keidupa dan bertemu dengan maoeritz datoe binangkal sebagai kepala suku.

Dalam pertemuan ini mereka menggunakan bahasa isyarat, melihat kondisi geografis negeri keidupa sangat strategis untuk kegiatan perniagaan dan berpotensi di sector pertanian di dukung kepemimpinan maoeritz dketoe binangkal yang penuh kewibawaan membuat gubernur belanda ini terinspirasi menawarkan kepada maoeritz datoe binangkal untuk diminta kesediaanya berangkat bersama-sama ke goa makassar diperhadapkan pada raja goa untuk dinobatkan menjadi raja di keidupa (kaidipang) Penawaran piether van den broeke ini langsung di musyawarahkan leh maoeritz datoe binangkal dengan masyarakatnya dan masyarakat sangat manyambut dengan gembira serta penuh antusias.

Berangkatlah rombongan menuju goa makassar setibanya di goa makassar maoeritz datoe binangkal langsung diperhadapkan pada raja goa sekaligus dimtakan persetujuan untuk penobatan menjadi raja di kaidipang.

Resmilah MAOERITZ DATOE BINANGKAL menjadi Raja Kerajaan Kaidipang di lantik 1630. (Terbentuknya kerajaan kaidipang)

Usai penobatan rombongan kembali ke kaidipang di atas kapal piether van den broeke menyematkan topi kebesaran Raja Maoeritz Datoe Binangkal, penyamatan ini menjadi symbol nama besar CROWN PET

CROWN = lingkaran pasa sisi topi

PET = bagian depan topi

Yang diluruskan menjadi nama besar KOROMPOT

Permaisuri beliau adalah putri keturunan raja dari limutung (limboto) bernama TOHOMIONG OLII istri sewaktu masih berstatus kepala suku adalah :

BIHAKO dikarunia seorang anak bernama PUASA. Puasa kawin dengan seorang putri dari BUOL bernama LETI hokum menurunkan anak-anak :

  • MOKODOMPIS
  • HARUNJA
  • GUMOHUNG

NAURU di karunia seorang anak bernama DOKOKONO menurunkan anak-anak :

  • BUHANG
  • PATILIMA
  • MOLUT

Selanjutnya kerajaan kaidipang ini mempunyai batas-batas wilayah sebelah barat desa gentuma saat ini menjadi wilayah gorontalo utara sebelah timur desa sampiro minangaditi.

Terbentuknya kerajaan kaidipang dipimpin oleh ke 14 orang raja secara turun temurun yang berakhir dengan raja ke 14 (raja terakhir) MAHMUD MANOPO KOROMPOT ANTOGg  yang wafat tanggal 07 februari 1910 di kediaman istana terletak di desa kuala yang saat ini sudah menjadi pemukiman penduduk.

Dan disembayangkan di mesjid jami desa kuala yang di bangun oleh raja ke XIII LUI KOROMPOT, masyarakat memberi julukan penghormatan KIOMBUINA KOMASIGI. Raja mahmud memrintah 1908-1912, namun 07 februari 1910 beliau wafat selang dua tahun kerajaan kaidipang mengalami kevakuMan yang menjalankan roda pemerintahan adalah JOGUGU MBUINGO PAPEO.

Dalam fase wafatnya raja mahmud tiga calon yang dipersiapkan yakni ABO LANCONG KOROMPOT  adik kandung raja mahmud, ABO HUSAIN KOROMPOT putra mahkota raja ke X tiaha korompot II dan ABO DADOALI  L KOROMPOT putra mahkota raja ke XIII LUI KOROMPOT.

Dalam pencalonan ini terjadi silang pendapat ini menyebabkan abo lancing bernegosiasi dengan Ram Suit Pontoh untuk menduduki posisi raja di kerajaan kaidipang yag diterbitkan S.K oleh residen belanda di manado dengan kontrak pendek atau KORTE VERKLARENG.

Setelah  berkuasa nama kerajaan menjadi kerajaan kaidipang besar meliputi wilayah kaidipang bolangitang dengan ibu kota boroko Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongodow Utara.

Dengan batas-batas wilayah Terbentuknya Kerajaan Kaidipang:

  • Sebelah barat dengan sungai atinggola
  • Sebelah timur dengan desa biontong

Kedudukan Raja Ram Suit Pontoh berakhir bulan juli 1950 seiring dengan penghapusan daerah swapraja di bolaang mongondow.

Tokoh-tokoh pemuda yang berjiwa patriotis nasional yang sangat besar andilnya Di kaidipang besar menentang kebengisan penjajah adalah terdiri dari tokoh-tokoh serikat islam, organisasi muhamadiyah dan hisbulwatan merupakan pemuda merah putih yang tangguh. Ketua pemuda hisbulwatan ini bapak abo arifin pontoh dan sekertaris bapak noho rahman.

Pemuda-pemuda merah putih adalah cabang dari pemuda merah putih gorontalo yang mulai bergerak tahun 1942 di bawah pimpinan tokoh pahlawan nasional gorontalo bapak NANI WARTABONE yang menangkap dan mengusir penjajah belanda dengan satu tekad dan tujuan Indonesia berparlemen. Kemudian tokoh-tokoh pemuda merah putih ini juga mendapat dukungan dari pemuda-pemuda berjiwa patriotis nasionalis yang tergabung dalam KNI (komite nasional Indonesia) bolaang mongondow berkedudukan di kotamobagu.

Selanjutnya dalam penelaan penulisan saudara audi kerab ini kami tidak bermaksud melakukan protes atau terinspirasi oleh suatu pemikiran penulisan tandingan karena apa yang sudah ditulis itu berdasarkan dengan pemikiran dan pertimbangan nara sumber yang memberikan informasi dan ini juga adalah hak setiap warga Negara untuk mengekspresikan pendapatnya.

Kami juga sebagai warga Negara yang baik tentunya punyak hak yang sama dalam mengeluarkan pendapat yang berdasarkan juga dengan kenyataan-kenyataan yang ada, sebab dari tokoh-tokoh masyarakat yang hadir dalam pertemuan ini tahun 1942 sudah cukup merasakan dan menyaksikan peristiwa-peristiwa waktu itu.

Dalam penelaan penulisan ini kami hanya terbatas pada seputar kerajaan kaidipang besar dan tidak menyentuh kerajaan bintauna karena tidak punya gambaran data untuk penulisannya sebagai warga masyarakat bekas wilayah kaidipang besar marilah kita rapatkan barisan jaga dan pelihara silaturahmi dan tasilaturahmi persaudaraan dan semua peristiwa-peristiwa sejarah masa lalu yang pernah terjadi baik yang bersifat positif atau negative marilah kita kaji dan analisa secara antusias.

Yang positif marilah kita jadikan sebagai tolak ukur dalam tindakan dan perbuatan yang sangat mengangkat harkat dan martabat identitas negeri kita ini dalam proses pembangunan daerah dan yang negative harus kita tinggalkan ambil hikmanya untuk tidak menjadi isu benih benih perpecahan. Maksud penelaan kami ini adalah untuk memberikan pencerahan pandangan sehingga dalam penulisan ini tidak ada yang merasa diuntungkan atau di rugikan, bangga atau kecewa sebab masyarakat kaidipang besar itu adalah semuanya bersaudara.

Marilah kita arahkan pandangan ke depan agar berjiwa besar dan dewasa menghadapi berbagai macam tantangan dan hambatan supaya bolmut menjadi suatu daerah yang menjungjung tinggi nilai-nilai moralitas untuk semua kalangan strata masyarakatnya serta penuh rasa tanggung jawab dan percaya diri menghargai nilai-nilai normative baik itu undang-undang tertulis maupun undang-undang tidak tertulis (hukum adat). (rhp)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.