Ultimate magazine theme for WordPress.
xxx header

Sekilas Sejarah Kaidipang Dan Kaidipang Besar

3 12,157

BOLMUT POST – Sekilas Sejarah Kaidipang Dan Kaidipang Besar, Pada abad ke 17, masyarakat kaidipang dipimpin  Oleh seorang kepala suku bernama Pugu-Pugu, yang bergelar DATU BINAGGA,  DATOE, artinya pemimpin dan BINANGGA artinya yang diagungkan.

Pada abad ini di perkirakan sebagai awal Sejarah Kaidipang dan Kaidipang Besar. Kaidipang diambil dari sebuah kayu sebagaimana di temukan dalam buku Bolaang Mongondow Dosch Nederlanseh karya Dr. Demicher, Yaitu Caidipang. Kayoe Doepa.

DATOE BINANGGA  merupakan leluhur etnis  kaidipang pada masa kepemimpinan PUGU-PUGU, digunakan bahasa kaidipang dan hingga kini merupakan bahasa daerah masyarakat Kaidipang.

Pada Tahun 1630, Gubernur Belanda Pieteher Vanden Brocke dalam perjalanannya dari Ternate menuju GOA Makassar , mampir di kaidipang dan membawa DATOE BINANGGA  ke GOA Makassar untuk dinobatkan sebagai Raja kaidipang dengan gelar MAURITZ DATOE BINANNGAL KOROMPOT.

Wilayah Kaidipang saat itu berada di pesisir pantai, mulai dari Jembatan Merah Kwandang Kabupaten Gorontalo hingga Desa Minangadili Sampiro Kecamatan Sangtombolang Kabupaten Bolaang Mongondow. Raja-Raja yang pernah memerintah di Kerajaan Kaidipang adalah sebagai berikut :

Sekilas Sejarah Kaidipang Dan Kaidipang Besar

  1. Raja I Adalah Mauritz Datoe Binagkal Korompot (1630 – 1677) dengan Permaisuri Tohomiong  Putri Raja Limboto. Raja dan Permaisuri masih memeluk agama Kristen katolik
  2. Raja II adalah TIAHA KOROMPOT (1677 – 1699). masih memeluk agama kristen katolik
  3. Raja III adalah DODOALI KOROMPOT  (1699 – 1703) masih memeluk agama kristen katolik
  4. Raja IV adalah PHILIP KOROMPOT (1709 – 1735) masih memeluk agama kristen katolik
  5. Raja V adalah PIANTAI KOROMPOT (1710 – 1735) masih memeluk agama kristen katolik
  6. Raja VI adalah ANTOGIA KOROMPOT (1735 – 1745) masih memeluk agama kristen katolik
  7. Raja VII adalah GONGALA KOROMPOT I (1745 – 1770) masih memeluk agama kristen katolik Permaisuri bernama BUA KAEBA MANOPO MAMONTO Dari Dumoga.
  8. Raja VIII adalah WELLEM DAVID KOROMPOT (1779 – 1817) memeluk agama Islam dengan nama WALADIN KOROMPOT.
  9. Raja IX adalah TORURU KOROMPOT (1817 – 1835) dan telah memeluk agama Islam. Memiliki dua Permaisuri, LADIO dan MOW.
  10. Raja X adalah TIAHA KOROMPOT II (1835 – 1863) memiliki dua permaisuri, MAMONGO dan TELEHULAWA Permaisuri kedua memiliki seorang Putra bernama HUSAIN KOROMPOT yang menjadi JOGUGU di kerajaan BUOL
  11. Raja XI adalah MOH.VANDIS KOROMPOT (1863 – 1866) memiliki dua Permaisuri TELEHAJI dan LAUKO Raja sangat menentang kolonialis Belanda dan diasingkan kepulau Ambon Batu merah. Makam Raja terbaring dikompleks Masjid Al’Hilal Ambon Batu Merah, Keturunannya membawa nama KAIDUPA
  12. Raja XII adalah GONGALA KOROMPOT II (1866 – 1898) yang mendapat gelar Raja “Bintang” Memiliki empat Permaisuri “Sinir”, Salimburung”, “Mihing”,”Hembeso”.
  13. Raja XIII adalah LUI KOROMPOT (1898 – 1908) Raja membangun Masjid Jami di Desa Kuala.
  14. Raja XIV adalah MAHMUD MANOPO ANTOGIA KOROMPOT (1908 – 1910)

Raja keempat belas adalah raja terakhir di kerajaan Kaidipang yang wafat pada tanggal 7 Februari 1910, sehingga kerajaan Kaidipang mengalami Kevakuman selama kurang lebih 2 Tahun (1910 – 1912) Atas Musyawarah dewan Raja, tokoh adat dan persetujuan keluarga Korompot, disepakati sebagai pelaksana tugas adalah JOGUGU Kerajaan kaidipag MBUINGO PAPEO.

Bukti sejarah Kaidipang diantaranya berupa Makam Raja-Raja Kaidipang (JERE), masjid tua di Desa Kuala, sumur Tua, Kitab suci Al-Quran dari Sultan Ternate dan seperangkat Kolintang dari besi pemberian raja GOA kepada DATOE BINANGKAL.

Pada tahun 1912, berdiri Sejarah kerajaan KAIDIPANG BESAR yang merupakan gabungan kerajaan Kaidipang dan Bolang itang yang dipimpin oleh RAM SUIT PONTOH. (rhp)

Itulah sebagian dari tulisan Sekilas Sejarah Kaidipang Dan Kaidipang Besar.

3 Comments
  1. Akbar says

    Maaf di koreksi, mesjid di ambon tempat makamnya raja XI Moh. Vandis Korompot yaitu Mesjid Agung An’nur desa Batu Merah Ambon. Di kompleks mesjid juga terdapat habib ulama terkenal pada zamannya yg dtg dari Gorontalo. Dan di desa batu merah ambon juga masih terdapat keluarga bermarga kaidupa. Rumah keluarga ini di depan sekolah al hilal.

    1. Editor says

      terima kasih atas koreksinya

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.