Sertifikasi Guru dan TTP Objek Para Birokrat

Di Duga, Sertifikasi Guru dan TTP Objek Para Birokrat

Bolmutpost.com – Pembayaran tunjangan sertifikasi guru dan TTP triwulan I di Kabupaten Bolaang mongondow Utara, hingga kini masih di pertanyakan kejelasannya .
Padahal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam peringatan HUT Guru tahun lalu memerintahkan pembayaran tunjangan guru tidak boleh terlambat dan pernyataan M. Nuh ( Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) pernah mengatakan tanggal 9 – 16 April 2013, tunjangan sertifikasi guru PASTI sudah keluar, Tapi nyatanya NOL besar.
Pasalnya, setiap tahun, dalam realisasi dua tunjangan tersebut, selalu terlambat dan bermasalah.
Alhasil,  Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga terus mendapat sorotan dari para guru.
Para guru ini mempertanyakan tunjangan tersebut dan meminta, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah­raga Kabupaten bolmut bersikap transparan serta menjelaskan alasan mengapa tunjangan sertifikasi dan TTP triwulan I belum juga direalisasi atau dibayarkan.
Setidaknya dengan cairnya tunjangan sertifikasi dan TTP itu, yang sudah ditunggu-tunggu, tentunya dapat memberikan angin surga bagi para guru dan keluarganya. Betapa tidak, mereka yang berprofesi sebagai ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ tersebut, selama ini seolah dianaktirikan dari sisi penghasilan dan sepertinya juga dijadikan ‘objek’ oleh para birokrat.
Mereka menduga, bahwa hak-hak mereka akan kembali bernasib seperti tahun-tahun sebelumnya, yang selalu terlambat di realisasikan. ” Sampai saat ini, kabar informasi menyangkut dana ini tidak jelas kapan akan di serahkan, padahal kebutuhan kami banyak dan bergantung pada tambahan penghasilan ini.
Angin surga yang sempat berhembus ini dan sempat dinikmati para guru selama beberapa bulan yang lalu, kembali meniupkan keresahan, Pembayaran uang sertifikasi yang seharusnya dibayarkan setiap triwulan sekali, kini mulai tersendat. Tak ayal, kondisi ini membuat sejumlah guru bersertifikasi mulai bertanya-tanya karena pembayaran yang tak pernah “BERES”
Sementara di daerah lain terinformasi sudah menerima tunjangan ini,” ungkap salah satu guru sertifikasi yang namanya tidak mau di publish. Dia pun, berharap agar pihak Dinas dapat memperjuangkan apa yang menjadi hak mereka dengan secepat mungkin, sehingga proses realisasinya tidak lagi seperti tahun-tahun sebelumnya yang sering terlambat di cairkan.
” Kami berharap tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya, yang proses pencairannya sering terlambat. Bahkan beberapa bulan di akhir tahun tidak dibayarkan,” tuturnya.
Selain itu, mereka juga meminta, DPRD Kabupaten bolmut tidak tinggal diam tetapi segera bertindak melakukan fungsi pengawasan,  dan mempertanyakan masalah ini ke Kadis Dikpora bolmut.
Kepala Dinas Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Dra Fatsoen Bata Mengatakan, Sampai saat ini pihaknya masih akan menunggu Juknis, yang di terbitkan oleh Kementrian pendidiakn dan kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud-RI).
Pasalnya sampai hari ini, juknis serta FK untuk penerima Sertifikasi juga belum ada. ” Dananya untuk triwulan I sudah disiapkan untuk membayar sertifikasi dan tunjangan para Guru. Namun, realisasinya masih terkendala soal Juknis dan FK dari Kemendikbud, dan kami pun masih menunggunya,” tandas Bata. (rhp)

Tinggalkan Komentar Anda

Please enter your comment!
Please enter your name here