BOLMUT POST
Berita bolmut terbaru

Fenomena Pesta Demokrasi

2 4,037
Catatan : Israfil Mokodompis

Lemahnya sistem dan mudahnya persyaratan menjadi calon anggota legislatif, sepertinya menjadi ruang besar pintu masuk untuk menjadi wakil rakyat .

Dengan sistem suara terbanyak, orang yang hanya mengantongi ijazah SMA dengan mudah mengalahkan seorang yang memiliki Gelar Sarjana.

Dengan memanfaatkan rendahnya pendapatan individu, dengan mudah pilihan bisa dibeli. Pekerjaan favorit ini tidak menuntut jenjang akademik tinggi, prestasi belajar menjanjikan, dan bahkan keahlian yang dimiliki.

Di Bolmut, Incumbent yang memiliki gelar Sarjana S2 yang kini lolos dalam Daftar Calon Sementara (DCS) hanya 1 orang, sementara seluruh bakal calon menggunakan ijazah terahir baik sarjana maupun lulusan SMA.

Dari kenyataan yang ada, tentu mudah kita mengatakan, bagaimana bisa dia terpilih padahal jenjang pendidikan, dan bahkan interaksi sosialnya dengan masyarakat tidak begitu bagus ?.

Dengan berat hati kita harus mengakui bahwa prestasi terpilihnya seseorang menjadi wakil rakyat, bukan disebabkan oleh prestasi akademik, dan interaksi sosial semata.

Ada banyak alasan masyarakat dalam memilih calon anggota legislatif, dan sepertinya hal inilah menjadi penyebab kualitas anggota legislatif selalu jauh dari harapan.

Alasan masyarakat dalam memilih calon anggota legislatif sangat dipengaruhi oleh letak geografis. Sepertinya, kebanyakan anggota legislatif sudah memahami hal ini. Tak heran, budaya serangan fajar sudah menjadi rahasia umum.

Saya pernah menjumpai seorang tokoh masyarakat, dia berkata. Hal yang sering terjadi dalam setiap iven pemilihan, tiba-tiba banyak yang mengaku mempunyai hubungan keluarga dengan saya, padahal kenal dan ketemu saja baru sekali Menjelang pemilihan umum 2014, sudah selayaknya mesyarakat memperhatikan siapa calon anggota legislatif yang akan dipilih sebagai wakilnya nanti.

Memilih dengan pertimbangan matang, bukan hanya demi kebutuhan dan hubungan sesaat. Bagi penyelenggara, sudah selayaknya syarat dari seorang calon anggota legislatif diperketat, terutama menjadikan nilai calon anggota legislatif saat sekolah dan prestasi akademik lainnya sebagai pertimbangan. Karena kelak tanpa sekolahpun, banyak orang menjadi anggota legislatif.

Yang terpenting lagi tentu harus mampu membawa aspirasi masyarakat bukan hanya Datang Duduk Diam dan Duit (4D).(Israfil)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

2 Comments
  1. Dolvin says

    ASSALAM…
    Masyarakat membutuhkan pendidikan politik agar tingkat partisipasi masyarakat dlm berpolitik tepat sasaran.
    Memang benar tingkat Pendi2kn Caleg di BOLMUT Rta2 SMA sederjt, bgmn bisa dpt membuat UU/PERDA yg akn dilaksanakan oleh Orang2 yg tingkt pedidikanya lbih tinggi dari si pembuat aturan/BIROKRASI. lebih para lagi legislator yg mengandalkan “Money” uang, so pasti dia cari ganti dgn cara korup. Apalgi klu so bicara pngawasn dan Buggt, kira2 mereka mampu nda yah..!!

  2. red jordans says

    thanks for share!

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More